Monday, May 21, 2012

belum ada judul

Aku berlari ke ke sebuah taman di tengah kota. Berharap dia menungguku. Terus menunggu. Hingga tetesan demi tetesan air hujan turun dan semakin deras. Aku mencoba berlari kembali entah arah mana yang ku tuju. Aku hanya ingin berlari. Mengapa hanya aku...mengapa hanya aku yang menunggu dia. Aku benci menunggu. Aku hanya berharap dia regera datang. Sampai tiba-tiba hpku berbunyi...
“Fla,  maaf aku ga bisa ke sana”
“kenapa?”
“Yoon Hee tiba-tiba datang dan dia ingin aku menemaninya pergi jalan-jalan.”
“Yoon Jae? Yoon Jae?”
Pada saat itu juga, pikiran Fla kosong, pikirannya hanya ingin meyakinkan pada dirinya sendiri, bahwa Yoon Jae akan menemuinya, namun ia segera tersadar, Yoon Jae yang sekarang bukan Yoon Jae yang ia temui setahun yang lalu.
©©©©©
Sebuah kamar bercat biru laut, tampak seorang gadis berambut panjang sedang merapikan pakaiannya di dalam sebuah koper

 “Fla... ayo turun, waktunya pergi”
“Iya, Ma..bentar lagi Fla turun...”
“ Apa memang ini keputusan yang terbaik? Apa mungkin aku bakal bisa kembali?”
Fla pun beserta keluarganya siap-siap menuju airport, Papa Fla dipindah tugaskan ke Seoul, Korea. Sebuah negara yang belum pernah ia kunjungi.
“welcome to korea!” kata Tuan Park Tae Yang, salah satu rekan papa yang menyambut kami di bandara Incheon, Korea.  Tuan Park merupakan merupakan rekan sekaligus sahabat Papa sejak di bangku perkuliahan.
“kalian pasti lelah sekali, ayo kita mampir ke rumah saya dulu, istri saya sudah memasak makanan khas korea”  ajak tuan Park ramah.
Kami pun segera menuju kediaman Tuan Park.  Di tengah perjalanan Fla pun terkagum-kagum melihat pemandangan di sepanjang jalan.

Wednesday, January 18, 2012

Font of cute boy lanjutan:) part 3

pikiran Rea pun melayang.. banyak hal yang ia pikirkan.. masa' sih dia balik.. setelah lama banget dia pergi.. apa dia masih inget sama gue.. apa perasaannya masih sama seperti yang dulu...apa rasa gue juga masih sama seperti yang dulu.... "aaaargh..pusing...entahlah" gumam Rea sendirian di kamarnya..

keesokan harinya..
"Vi..asyik ya kalau kayak gini.. gue udah lama ga jogging..." ujar Rea sambil ngelap lehernya yang udah penuh keringat.
"makanya Re, kalau gue .ajak jogging, jangan molor mulu...kalau kayak gini kan menyehatkan jadinya...hahaha" sindir Via terhadap sahabatnya..

"lho..gue baru tau..kalau di kompleks ini ada lapangan basketnya..hehehe
#efekanakrumahan
"Duukkk...." suara bola basket mengenai seseorang
"sorry..sorry..gue ga sengaja..." balas seorang cowok dengan handband bewarna biru..
"Reeea...?"
Rea pun menatap wajah cowok basket tadi dalam-dalam... seakan ada sesuatu yang membebani pikirannya.
"Vino...?"
Rea masih terpaku dan tatapannya kosong, lalu matanya berkaca-kaca. pikirannya pun melayang 5 tahun silam saat seseorang yang sangat berarti di hatinya pergi dan tanpa pamit, hanya sepucuk surat yang ia tinggalkan.
"engga.. ga mungkin ini kamu..."
Rea pun berlari pergi meninggalkan sahabatnya Via..
"Re..tunggu re..." pinta Vino yang hendak mengejar Rea namun Rea sudah menghilang pergi.
"sorry Vin.. kayaknya Rea masih belum siap ketemu elo.. gue coba nenangin dia dulu.. gue cabut dulu" lanjut Via pamit
" Ia .. Vi.. makasih ya.. "

di rumah Rea...
"Tok..tok..tok..."
"Re..buka dong pintunya.."
"Sorry Vi... Gue pengen sendiri dulu.."
"tapi elo ga papa kan?"
"iya tenang aja Vi..thanks ya"
-bersambung-